Andaikan saja aku berani berkata cinta
Kini diriku merasa lelah memendam rasa.
Ingin kuungkapkan semua, meski tanpa akhir terindah
Terlihat rona mata yang indah, penuh gairah dan kedewasaan.
Ramah kala menyapa, dan indah saat bertutur.
Entah harus berkata apa, hati ini terpikat oleh pesonanya.
Anganku tak berhenti bersajak.
Walau kutahu, kau tak pernah menganggap diriku ada,
meski rasa letih mendera, aku tak akan pernah melepaskannya lagi.
Kau hanya mimpi yang tak akan menjadi nyata hingga segala rasa harus padam dan berakhir.
Kan selalu kurasakan hadirmu antara ada dan tiada.
Tak akan pernah tahu, kemana mata hati melangkah dan berpijak.
Sosokmu hanya banyang semu di hati.
Abadilah asa bersama mimpiku.
Kau datang disaat keegoisan akan cinta tengah mendera.
Membawa cahaya dan kedamaian, membuatku tidak mudah menyerah untuk merengkuh kisah cinta bersamamu
Penderitaanku adalah bayangan gelap bagi dirimu, saat kesetiaan menjadi alasan untuk mencampakanku! Aku takkan lari dari cintamu yang selalu memasungku
Kuingin lebih mencintaimu sebelum saat lepaskan tubuhku.
Kuingin rasakan cintamu seutuhnya sebelum saat tinggalkan jiwaku.
Cumbuilah cintaku, belailah hatiku dan peluklah erat jiwaku untuk selamanya
Adakalanya cinta datang tiba-tiba.
Adakalanya cinta datang walau hanya sesaat.
Adakalanya cinta datang hanya di bibir saja.
Tapi cintaku untuk selamanya, dan namamu terukir dilubuk hatiku
Sabtu, 28 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar