Selarik puisi duka kutulis untukmu
Bait-baitnya adalah air mata
Aksaranya serpihan hati yang terluka
Selarik puisi duka kutulis untukmu
Penuh doa agar engkau membacanya
Mengejawantahkannya
Bila kau muak, bertambahlah dukaku
Selarik puisi duka kupersembahkan untukmu
Dengan air mata
Minus tawa
Tanpa senyum
Puisi dukaku telah kau terima
Ia merasukimu
Meluruhkan tirani hatimu
Adakah kau memahami dukaku
* * * *
Kalimat orang yang mencintai
Terbaca dari pancaran kedua matanya
Dan dari sikap
Yang keluar dari hati
Ia senantiasa
Ingin memberikan yang terbaik yang dimilikinya
Ikhlas berkorban jiwa raga
Dan mendoakannya selalu
Selalu
Kini,
Saatnya berpisah telah tiba
Semoga kelak tuhan mempertemukan kita kembali
Dalam kondisi hati yang lebih bersih dan
Dalam kondisi keimanan yang lebih tangguh
Sahabat,
Kita telah banyak belajar dari sini
Semoga tuhan senantiasa mengampuni
Kealpaan
diri ini …
* * * *
Dimana Harus Ku Mencari
Kuhembuskan nafasku dalam hidup
Indah kesunyian dalam mimpi
Diam ku seribu bahasa
Diam menyimpan dalam perih
Sesumbar ku katakan aku bisa hidup sendiri
Tanpamu kawanku.....
Namun dalam hati aku teriak
Teriak tiada henti
Menangis dalam kepedihan
Kesuyian yang selalu menemani
Dan selalu menghampiri
Selalu dan selalu.....
Hingga aku merasa lelah
Untuk melepaskannya dan meninggalkannya
Kapan kesunyian dan kehampaan ini pergi
Ku lepas dan ku tinggalkan
Kapan.....
Adakah secercah harapan
Menyelimuti diri dan merasuk ke hati
Adakah....
Dimana harus ku mencari?
Kawan pengganti seperti engkau.?.........
* * * *
Di setiap pagi kau lah yang selalu di ingatan ku
Di setiap senja kau pula lah yang ada di pikiran ku Menggelayut di setiap langkah-langkah ku
Cantik nan indah tiada tara
Perasaanku pada mu kurasa tak terhingga
Kau begitu sempurna tiada cela
Menyiram keelokan sepanjang kehidupanku
Kau menambah indah hari-hari ku
Telah kunyatakan disaksikan langit dan buana,
gunung dan sungai, bayu dan banyu dikau lah pujaan hatiku Tak akan pernah ada rasa sesal di hati
Tak akan pernah ada rasa sakit lagi
Mawar jelita merekah indah
Tersentuh senyuman mu
Yang manis begitu juga dengan hati ini
Tubuh ku bergetar setiap kupanggil namamu
Hatiku berdebar di rasuk cinta akan dirimu
Hidup matiku untuk mu...
Untuk mu Geulis
Selasa, 15 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar