Joni the Sperm
Ada seekor sperma bernama Joni…
Joni dikenal sebagai sperma yang gendut dan malas. Sehingga kalau berlomba-lomba memperebutkan ovum, Joni selalu kalah cepat dengan teman-temannya yang lain.
Akhirnya Raja sperma memanggil Joni.
“Joni, Kamu Saya lihat selalu malas-malasan. Kerjaannya Hardolin= dahar, modol, ulin (makan, boker, maen). Sekarang kamu harus ikut pelatihan bela negara”.
Dengan sangat berat hati akhirnya Joni mengikuti pelatihan tersebut. Mulai dari Sit-up, Push-up, Lari naik gunung turun gunung, fitness, pull up, dan lain-lain.
Beberapa bulan kemudian…
Jadilah seorang Joni yang berbadan athletis, Six pack, Cool, gagah, Larinya secepat gledeg, tidak ada yang bisa mengalahkan larinya joni. Joni langsung menjadi selebritis sperma.
Alkisah…
Terjadilah Hubungan Seorang Suami Istri.
Saat mencapai klimaks… crott…
Joni langsung lari secepat kilat. Sperma-sperma yang lain terkagum-kagum melihat kemampuan Joni. Tidak ada satu pun yang bisa membalap Joni. Semua ketinggalan jauh. Akan tetapi, tiba-tiba si Joni memutar arahnya. Joni balik haluan dengan cepat kilat. Sperma yang lain pada bingung. Apa yang terjadi dengan Joni. Setelah Joni dekat dengan temannya yang lain, Joni berteriak dengan kencang ke teman-temannya, “Woooiiiii Balikkkk Ada Tokaiiiiii…!!!”
Izin Kentut
Akhirnya Pak Ali yang sudah tua dimasukkan anak-anaknya ke rumah orang-orang tua. Baru saja dia masuk ke sana, seorang jururawat yang ayu sudah datang menemaninya duduk-duduk di anjung.
Begitulah, mereka berdua duduk bersebelahan sambil menatap matahari yang hendak terbenam. Tiba-tiba Pak Ali mencondongkan badannya ke kanan.
Si Jururawat dengan cekap menangkapnya agar tidak terjatuh dan menegakkan badannya kembali.
Beberapa saat kemudian kembali Pak Ali mencondongkan badannya, kali ini ke kiri. Kembali dengan tangkas si jururawat menegakkannya kembali. Begitulah terjadi selama beberapa menit.
Akhirnya si jururawat membawa Pak Ali kembali ke biliknya.
Keesokan harinya anaknya datang melawat.
“Bagaimana keadaan ayah di sini?” tanya anaknya.
“Menyenangkan . Tilamnya empuk, makanannya enak, jururawatnya manis-manis. Tapi ada satu masalah”
“Masalah apa ayah?”
“Mereka tidak mengizinkan ayah kentut di sini”
Sabtu, 13 Februari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar